Tripcle / Infos / Detail Tripcle

10 Fakta Gunung Rushmore yang Perlu Kamu Tahu

10 Fakta Gunung Rushmore yang Perlu Kamu Tahu
Ukiran 4 Kepala Presiden AS di Gunung Rushmore Foto: iStock

Jakarta - Selain Patung Liberty dan Gedung Putih, Amerika Serikat (AS) punya ikon khas yaitu pahatan wajah keempat presidennya di Gunung Rushmore. Tak hanya jadi simbol kebesaran Negeri Paman Sam, Gunung Rushmore juga punya sejumlah cerita unik yang tidak banyak orang tahu.

Dilansir dari Insider, berikut ini 10 fakta Gunung Rushmore.

1. Awalnya yang akan diabadikan wajahnya di gunung adalah pahlawan lokal, bukan presiden.

Pada awal 1920-an, seorang sejarawan South Dakota, Doane Robinson, mengusulkan untuk memahat wajah orang-orang yang relevan dengan dunia Barat sebagai upaya untuk menarik wisatawan ke tempat tersebut. Beberapa yang diusulkan adalah Sioux Red Cloud, Buffalo Bill Cody, dan Meriwether Lewis dan William Clark.

Namun ketika Gutzon Borglum yang merupakan pematung utama dan arsitek proyek mengerjakannya, ia memutuskan untuk menampilkan wajah Presiden AS yaitu George Washington, Thomas Jefferson, Teddy Roosevelt, dan Abraham Lincoln dengan alasan monumen itu akan lebih menarik.

2. Wajah aktivis Susan B. Anthony seharusnya juga berada di atas gunung bersama para presiden tetapi terkendala pendanaan.

Susan B. Anthony adalah tokoh utama yang menggerakkan hak-hak perempuan dan seorang advokat terkenal yang memperjuangkan hak memilih bagi perempuan. Berkat dedikasinya tersebut, ia menjadi tokoh penting dalam sejarah Amerika dan wajahnya cocok diabadikan di Gunung Rushmore. Namun usulan untuk memahat wajahnya ini terlambat disampaikan dan dana yang ada harus dihabiskan untuk pekerjaan yang sudah dimulai.

3. Penduduk asli Amerika setempat menentang pembuatan patung Gunung Rushmore sampai saat ini.

Selama pembangunan patung Gunung Rushmore, suku Lakota Sioux yang asli Amerika menentang keras proyek itu karena harus 'memotong' Black Hills yang suci. Mereka menentang penempatan wajah para presiden yang mendukung pembunuhan terhadap penduduk asli Amerika. Akan tetapi terlepas dari kritik tersebut, situs itu tetap didirikan dan masih dianggap kontroversial hingga saat ini.

4. Pekerja menggunakan dinamit untuk memecahkan 450 ribu ton batu

Sampai saat ini puing-puing bekas pengeboman itu dibiarkan menumpuk di dasar gunung. Pekerjaan yang dianggap berbahaya ini melibatkan 400 orang pekerja.

5. Ada ruang rahasia di belakang kepala Presiden Lincoln

Borglum si arsitek proyek ini punya visi besar untuk Gunung Rushmore yang melampaui pahatan kepala empat orang presiden. Ia ingin membangun sebuah ruangan yang dinamai Hall of Records di belakang kepala Lincoln yang akan digunakan untuk menyimpan beberapa dokumen terpenting Amerika.

Ruangan itu berukuran tinggi 80 kaki (24 meter) dan panjang 100 kaki (30 meter). Ia membayangkan akan ada lemari kuningan yang menyimpan Declaration of Independence dan Konstitusi.

Sayangnya, rencana ini tak pernah selesai kendati pekerja telah membangun ruang sepanjang 70 kaki (21 meter). Borglum meninggal di tengah proyek dan uangnya habis sehingga proyek itu ditinggalkan.

Pada tahun 1998, sebanyak 16 panel porselen yang menjelaskan sejarah Amerika Serikat dan Gunung Rushmore ditempatkan di dalam aula tersebut. Aula ini tidak terbuka untuk umum dan hanya dimaksudkan sebagai kapsul waktu.

6. Proyek itu selesai pada tahun 1941 dengan menelan biaya sebesar USD 17 juta (Rp 237 miliar)

Ketika selesai pada tahun 1941, seluruh proyek menelan biaya USD 989.992 yang bila disesuaikan dengan laju inflasi hari ini jumlahnya mencapai USD 17 juta. Gunung Rushmore juga mengalami renovasi yang menelan biaya USD 40 juta (Rp 558 miliar) pada 1991.

7. Kepala Presiden Thomas Jefferson seharusnya berada di sebelah kanan kepala Presiden Washington

Kepala Presiden Thomas Jefferson terpaksa dipindahkan ke sebelah kiri Presiden Washington karena batu di kanan Washington terlalu lemah untuk diukir.

8. Setiap kepala di Gunung Rushmore tingginya mencapai 60 kaki (sekitar 18 meter)

Hidung para presiden ini tingginya 21 kaki (6 meter), kemudian mata mereka selebar 11 kaki (3 meter), dan mulut mereka selebar 18 kaki (5 meter).

9. Kacamata yang dikenakan Presiden Roosevelt sebenarnya hanya tipuan

Karena Presiden Roosevelt identik dengan kacamatanya, Borglum berpikir bagaimana cara menyertakannya pada patung. Ia kemudian hanya mengukir jembatan kacamata dan tepi bingkainya.

10. Gunung Rushmore sebenarnya belum selesai dibangun

Pada desain awal, Borglum sebenarnya bermaksud mengukir masing-masing presiden lengkap dengan tubuhnya. Namun Broglum meninggal sebelum proyek itu selesai. Selain itu, dana yang telah habis juga menyebabkan proyek ini hanya mampu diselesaikan sampai kepala presiden saja.

.
gunung-rushmoreamerika-serikatgenzipediadyouthizen

Related Post

See Also

Comments

No results found.

Write comments

Math, for example, 45-12 = 33

News Feed

Sobat Pendaki, Ciremai Kini Buka Lebih Pagi

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai kembali mengeluarkan pengumuman untuk wisatawan. Kalau kemarin jalur pendakian ditutup, sekarang soal jam operasional.

Pantai Baron Terapkan Tiket Elektronik untuk Wisatawan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menerapkan layanan tiket elektronik atau E-ticketing di Pintu Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Layanan tersebut untuk meminimalkan kontak dan menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Wisata Bali Belum Pulih, Jawa Barat Siap Bantu

Bali yang mengandalkan ekonominya pada sektor pariwisata merupakan daerah yang tergolong paling parah terkena pandemi Corona. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkomitmen akan membantu Bali. Bagaimana caranya?

Mengenal lima destinasi wisata super prioritas

Presiden Joko Widodo sedang fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima destinasi super prioritas Indonesia, sebagian besar masyarakat mungkin sudah mengenal tempat tersebut namun ada juga yang masih meraba-raba.

Pompeii Sepi Wisatawan, Katanya Justru Jadi Waktu yang Pas Buat Berkunjung

Kota zaman Romawi kuno Pompeii yang ada di dekat Naples dibuka lagi untuk wisatawan. Pengelola menyebut saat ini menjadi waktu yang pas untuk mengunjungi situs sejarah yang dikaitkan dengan perzinahan itu.

Sandiaga Uno akan berkantor di Bali

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan segera berpindah kantor dari Jakarta ke Bali demi memantau perkembangan pariwisata di daerah tersebut.

Syarat Umroh Terbaru di Masa Pandemi, Batas Usia Jamaah Dinaikkan

Ada beberapa syarat umroh terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi di masa pandemi COVID-19. Salah satunya dengan memberikan kelonggaran batasan usia untuk jamaah umroh asal Indonesia.

13 Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

Semua tempat di Bali indah dan menawan. Namun jika kamu bingung ingin memulai jelajah dimana, kunjungi saja tempat-tempat wisata di Bali ini dahulu ya.

Tips wisata di kala pandemi menurut Nicholas Saputra

Aktor yang gemar travelling, Nicholas Saputra, memiliki beberapa tips ide berwisata di tengah suasana pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Prediksi tren wisata 2021, "staycation" hingga "roadtrip"

Perusahaan teknologi Traveloka memprediksi aktivitas pariwisata berupa menginap di hotel atau vila di dalam atau luar kota tempat seseorang tinggal atau staycation tetap akan jadi tren wisata di tahun 2021.

Trending