Tripcle / Infos / Detail Tripcle

Mengenal Suku Jawa, Sejarah, dan Kebudayaannya

Mengenal Suku Jawa, Sejarah, dan Kebudayaannya
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom/Mengenal Suku Jawa, Sejarah, dan Kebudayaannya

Jakarta - Suku Jawa merupakan suku terbesar yang berada di Indonesia. Suku ini terkenal akan tatakrama, lemah lembut, dan sopan.

Masyarakatnya tidak hanya berada di Jawa saja, melainkan tersebar ke seluruh pelosok Indonesia. Hal ini karena penduduk Pulau Jawa ikut program transmigrasi saat pemerintahan Orde Baru.

Kebesaran suku Jawa tak bisa dilepaskan dari sejarahnya yang panjang. Hasil kebudayaan berupa peradaban suku Jawa menjadi salah satu yang paling maju.

Hal ini dibuktikan dengan adanya kerajaan-kerajaan adidaya yang berdiri di tanah Jawa beserta beragam warisannya yang masih dapat dilihat hingga saat ini. Misalnya kerajaan Mataram dan Majapahit, serta candi-candi seperti Borobudur atau Prambanan, menjadi bukti besarnya kekuatan yang pernah berjaya di suku Jawa.

Selain itu sebagian besar suku Jawa juga masih mempercayai mitos-mitos leluhurnya.

Tidak banyak yang tahu tentang Suku Jawa. Untuk itu telah dirangkum dari berbagai sumber sejarah Suku Jawa yang bisa kamu pelajari.

1. Menurut Arkeolog

Teori mengenai asal-usul suku Jawa pertama kali dikemukakan oleh para arkeolog. Mereka meyakini bahwa nenek moyang suku Jawa adalah penduduk pribumi yang tinggal jutaan tahun yang lalu di pulau ini.

Berdasarkan berbagai penelitian, arkeolog menemukan beberapa fosil manusia purba yang dipercaya sebagai asal-usul suku Jawa seperti Pithecanthropus Erectus dan Homo Erectus. Fosil tersebut dilakukan tes DNA dengan suku Jawa pada masa kini, hasil DNA tersebut menyatakan tidak ada perbedaan yang jauh satu antara lain. Hal ini akhirnya dipercayai oleh ahli arkeolog sebagai asal-usul keberadaan suku Jawa.

2. Menurut Sejarawan

Berbeda dengan kesimpulan dari arkeolog. Sejarawan meyakini bahwa asal-usul suku Jawa berasal dari orang-orang yunan, di negara China. Sejarawan asal Belanda, Prof Dr.H.Kern mengungkapkan penelitiannya pada tahun 1899. Dia menyebutkan bahwa bahasa daerah di Indonesia mirip satu sama lain.

Kemudian ia menarik kesimpulan jika bahasa tersebut berasal dari akar rumpun yang sama yaitu rumpun Austronesia. Hal itu yang menyakini sejarawan sebagai asal-usul terbentuknya Suku Jawa.

3. Babad Tanah Jawa

Diceritakan bahwa masyarakat Jawa berasal dari Kerajaan Keling atau Kalingga yang berada di daerah India Selatan. Salah satu Pangeran Kerajaan Keling yang tersisih akibat perebutan kekuasaan pergi meninggalkan kerajaan dan diikuti dengan para pengikutnya.

Pangeran Keling pergi sangat jauh dari kerajaan. Akhirnya Pangeran Keling menemukan sebuah pulau kecil yang belum berpenghuni dan melakukan gotong royong untuk membangun pemukiman bersama pengikutnya, yang kemudian pulau ini diberi nama Javacekwara. Hal tersebut menjadikan keturunan pangeran dan para pengikutnya dianggap sebagai nenek moyang suku Jawa.

4. Surat Kuno Keraton Malang

Surat kuno ini bercerita mengenai asal-usul penduduk Jawa yang berasal dari kerajaan Turki pada tahun 450 SM. Raja Turki mengirim rakyatnya untuk mengembara dan membangun daerah kekuasaan mereka yang belum berpenghuni.

Akhirnya mereka menemukan tanah yang subur dan memiliki aneka bahan pangan. Semakin lama semakin banyak migrasi yang datang ke pulau ini dan akhirnya pulau tersebut diberi nama tanah jawi karena terdapat banyak tanaman jawi.

5. Tulisan Kuno India

Asal-usul suku Jawa kali ini menyebutkan bahwa pada zaman dahulu beberapa pulau di kepulauan Nusantara menyatu dengan daratan Asia dan Australia. Hingga terjadi musibah yang menyebabkan meningkatnya permukaan air laut yang merendam beberapa daratan dan memisahkan pulau-pulau tersebut dari daratan dan memunculkan pulau-pulau baru seperti Pulau Jawa.

Menurut tulisan kuno India ini, Aji Saka menjadi orang pertama yang menemukan dan menginjakkan kakinya di tanah Jawa pertama kali, sehingga Aji Saka beserta para pengawal juga pengikutnya dianggap sebagai nenek moyang suku Jawa.

Selain sejarah, adapula kebudayaan yang terdapat pada Suku Jawa yang dipercaya sebagai peninggalan dari nenek moyang, antara lain:

1. Wayang Kulit

Wayang kulit sudah menjadi ikon suku Jawa. Pertunjukan wayang kulit dilakukan selama semalam suntuk, wayang kulit juga dimainkan dengan cerita khas suku jawa seperti Mahabharata atau Ramayana.

Sebagai pelengkap pertunjukan wayang kulit dimainkan oleh dalang dan diiringi dengan musik gamelan khas jawa serta nyanyian dari sinden ditambah dengan lampu sorot. Wayang kulit juga dipercaya sebagai ciptaan dan disebarluaskan oleh Wali Songo. Wali Songo adalah tokoh ulama yang menyebar Islam di pulau Jawa. Wali Songo memerlukan media dakwah yang dapat menjangkau seluruh kalangan.

2. Senjata Tradisional

Suku Jawa dikenal juga dengan senjatanya yang memiliki berbagai makna dan bentuk yang unik. Salah satu senjata khas Jawa yaitu keris. Keris merupakan alat pusaka yang sangat penting yang juga dipercaya memiliki kesaktian. Keris dibuat oleh para Mpu yang ditempa serta diberi mantra-mantra.

Salah satu keris yang melegenda ialah keris Mpu Gandring dalam cerita Ken Arok karena mampu menjadikannya sebagai penguasa kerajaan Singasari.

3. Tarian Tradisional

Beberapa tarian Jawa yang cukup populer hingga saat ini seperti sintren, bedhaya, kuda lumping, dan reog memiliki gerakan yang beraneka ragam dari mulai yang lemah-gemulai hingga cepat. Tarian tersebut biasa dimainkan saat ada upacara adat atau kegiatan lain seperti penyambutan tamu.

4. Alat Musik Tradisional

Alat musik tradisional Suku Jawa adalah gamelan, semua musik jawa diciptakan dari bunyi-bunyi yang dihasilkan dari gamelan. Gamelan merupakan gabungan dari beberapa alat musik seperti kendang, gong, kenong, bonang, kempul, gambang, slenthem dan lain-lain. Gamelan digunakan oleh Wali Songo pada zaman dahulu untuk menyebarkan agama Islam.

5. Bahasa dan Aksara Jawa

Suku Jawa memiliki bahasa dan aksara yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Bahasa jawa juga memiliki beberapa tingkatan untuk berkomunikasi sehari-hari. Tingkatan tersebut yaitu ngoko yang merupakan bahasa sedikit kasar yang digunakan kepada seseorang yang tingkatannya berada di bawah, kemudian krama madya yaitu bahasa Jawa yang digunakan kepada orang yang sederajat, dan krama inggil yaitu bahasa yang digunakan kepada orang yang lebih tua atau dihormati.

Sedangkan aksara Jawa memiliki 20 huruf yaitu ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja,ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga. Artinya adalah ada dua utusan yang setia saling bertarung sama-sama saktinya dan sama-sama matinya.

6. Budaya Kejawen

Budaya Kejawen merupakan budaya yang cukup terkenal dan melekat pada suku Jawa. Budaya kejawen ini mengajarkan tentang gabungan dari adat istiadat, budaya, pandangan sosial, dan filosofis orang Jawa. Ajaran kejawen hampir mirip seperti agama yang mengajarkan spiritualitas masyarakat Jawa kepada penciptanya.

suku-jawaciri-khas-suku-jawaadat-istiadat-suku-jawakesenian-suku-jawasejarah-asal-usul-suku-jawa-yang-sebenarnyagenzipediadyouthizen

Related Post

See Also

Comments

No results found.

Write comments

Math, for example, 45-12 = 33

News Feed

Sobat Pendaki, Ciremai Kini Buka Lebih Pagi

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai kembali mengeluarkan pengumuman untuk wisatawan. Kalau kemarin jalur pendakian ditutup, sekarang soal jam operasional.

Pantai Baron Terapkan Tiket Elektronik untuk Wisatawan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menerapkan layanan tiket elektronik atau E-ticketing di Pintu Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Layanan tersebut untuk meminimalkan kontak dan menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Wisata Bali Belum Pulih, Jawa Barat Siap Bantu

Bali yang mengandalkan ekonominya pada sektor pariwisata merupakan daerah yang tergolong paling parah terkena pandemi Corona. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkomitmen akan membantu Bali. Bagaimana caranya?

Mengenal lima destinasi wisata super prioritas

Presiden Joko Widodo sedang fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima destinasi super prioritas Indonesia, sebagian besar masyarakat mungkin sudah mengenal tempat tersebut namun ada juga yang masih meraba-raba.

Pompeii Sepi Wisatawan, Katanya Justru Jadi Waktu yang Pas Buat Berkunjung

Kota zaman Romawi kuno Pompeii yang ada di dekat Naples dibuka lagi untuk wisatawan. Pengelola menyebut saat ini menjadi waktu yang pas untuk mengunjungi situs sejarah yang dikaitkan dengan perzinahan itu.

Sandiaga Uno akan berkantor di Bali

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan segera berpindah kantor dari Jakarta ke Bali demi memantau perkembangan pariwisata di daerah tersebut.

Syarat Umroh Terbaru di Masa Pandemi, Batas Usia Jamaah Dinaikkan

Ada beberapa syarat umroh terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi di masa pandemi COVID-19. Salah satunya dengan memberikan kelonggaran batasan usia untuk jamaah umroh asal Indonesia.

13 Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

Semua tempat di Bali indah dan menawan. Namun jika kamu bingung ingin memulai jelajah dimana, kunjungi saja tempat-tempat wisata di Bali ini dahulu ya.

Tips wisata di kala pandemi menurut Nicholas Saputra

Aktor yang gemar travelling, Nicholas Saputra, memiliki beberapa tips ide berwisata di tengah suasana pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Prediksi tren wisata 2021, "staycation" hingga "roadtrip"

Perusahaan teknologi Traveloka memprediksi aktivitas pariwisata berupa menginap di hotel atau vila di dalam atau luar kota tempat seseorang tinggal atau staycation tetap akan jadi tren wisata di tahun 2021.

Trending