Tripcle / Infos / Detail Tripcle

Staycation yang Diganderungi Milenial dan Gen Z

Staycation yang Diganderungi Milenial dan Gen Z
Staycation jadi solusi liburan di tengah padatnya aktivitas (Foto: iStock)

Jakarta - Padatnya aktivitas studi dan bekerja membuat milenial dan gen z mendambakan liburan yang praktis namun tetap menyenangkan. Staycation pun dipilih hingga jadi tren kekinian.

Kaum milenial dan generasi Z yang saat ini berada di puncak masa produktif, seringkali kesulitan mendapatkan waktu dan kesempatan untuk berlibur. Namun demi bisa menenangkan diri dan menyegarkan pikiran, mereka punya pilihan liburan yang lebih praktis yaitu dengan staycation. Hal ini disampaikan Head of Marketing-Accomodation Traveloka, Shirley Lesmana pada acara Group Interview di Kantor Traveloka, Jakarta.

"Staycation dipilih karena salah satu faktornya kehidupan urban, stressful, dikejar deadline, cuti terbatas. Nah di sini kuncinya dengan keterbatasan waktu, 'apa ya yang bisa saya lakukan untuk memanfaatkan waktu yang terbatas?' Jadi hotel ini adalah salah satu solusinya," ujarnya.

Staycation sendiri merupakan gabungan kata stay dan vacation, dimana staycation dapat diartikan sebagai berlibur di rumah atau mengunjungi area yang berada tak jauh dari lingkungan tempat tinggal. Nah, kedua generasi ini biasanya melakukan staycation di hotel atau akomodasi lainnya seperti apartemen dan vila.

"Mungkin kalau di masa lalu orang kalau punya uang misalnya habis gajian nih belanja. Nah ini sekarang yang menarik ketika orang punya uang, misalnya gajian, mereka ini memanfaatkan untuk experience, salah satunya ada kecenderungan juga hotel dipakai juga untuk staycation,"imbuh Shierly.

Menurut Shierly konsumen Traveloka saat ini sudah lebih terbuka dengan berbagai pilihan hotel. Mulai dari hotel bujet, premium, sampai prestise, semuanya punya konsumennya sendiri. Selain itu, konsumen juga punya kecenderungan memilih hotel dengan berbagai tujuan alih-alih hanya jadi tempat menginap. Hal ini menurutnya juga dipengaruhi perkembangan media sosial dan bergesernya pola konsumsi di masyarakat yang lebih mendambakan pengalaman (experience).

"Social media dan experience (pengalaman) ekonomi ini membuat selera masyarakat jadi semakin beragam. Sebelumnya persepsi hotel ini kan tempat transit, tempat menginap, fungsional lah sebenarnya."

"(Saat ini) kebutuhan konsumen akan hotel makin beragam misalnya ada yang mementingkan fasilitas-fasilitas yang bisa menunjang, misalnya quality time dengan keluarga. Ada juga yang memang mementingkan spotnya cocok nih, Instagramable buat saya. Kemudian konsumen juga cukup open (terbuka) akan option-option (pilihan-pilihan) selain hotel seperti vila dan apartemen. Dampaknya cukup positif, memberi banyak option (pilihan), konsumen makin semangat untuk staycation,"katanya.

Tak hanya dari sisi konsumen yang memperlihatkan adanya tren positif dalam pemanfaatan akomodasi, Shierly juga mengapresiasi penyedia akomodasi terutama hotel bujet yang terus berinovasi dalam menggaet konsumen.

"Kalau dari hotel budget ini nggak melulu mereka hanya menawarkan tempat tidur lah ya untuk transit. Tapi banyak sekali hotel-hotel dengan harga terjangkau, banyak pilihannya, konsepnya juga unik-unik banget mulai dari yang dibuat dari container, ada yang juga capsule hotel," Shierly menjelaskan.

Menurut Shierly, ekosistem yang seperti ini pada akhirnya dapat berdampak positif baik bagi penyedia layanan maupun konsumen.

"Pilihan pariwisata itu sebenarnya nggak harus jauh-jauh, mau jauh-dekat sebenarnya ada banyak pilihan untuk mendapatkan pengalaman baru. Dengan adanya milenial atau gen z ini sangat menarik sih terutama di era sosial media ini dampaknya bisa dibilang cukup positif,"tutupnya.

staycationhotelmilenialgen-zmilenial-dan-gen-ztraveloka

Related Post

See Also

Comments

No results found.

Write comments

Math, for example, 45-12 = 33

News Feed

Sobat Pendaki, Ciremai Kini Buka Lebih Pagi

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai kembali mengeluarkan pengumuman untuk wisatawan. Kalau kemarin jalur pendakian ditutup, sekarang soal jam operasional.

Pantai Baron Terapkan Tiket Elektronik untuk Wisatawan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menerapkan layanan tiket elektronik atau E-ticketing di Pintu Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Layanan tersebut untuk meminimalkan kontak dan menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Wisata Bali Belum Pulih, Jawa Barat Siap Bantu

Bali yang mengandalkan ekonominya pada sektor pariwisata merupakan daerah yang tergolong paling parah terkena pandemi Corona. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkomitmen akan membantu Bali. Bagaimana caranya?

Mengenal lima destinasi wisata super prioritas

Presiden Joko Widodo sedang fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima destinasi super prioritas Indonesia, sebagian besar masyarakat mungkin sudah mengenal tempat tersebut namun ada juga yang masih meraba-raba.

Pompeii Sepi Wisatawan, Katanya Justru Jadi Waktu yang Pas Buat Berkunjung

Kota zaman Romawi kuno Pompeii yang ada di dekat Naples dibuka lagi untuk wisatawan. Pengelola menyebut saat ini menjadi waktu yang pas untuk mengunjungi situs sejarah yang dikaitkan dengan perzinahan itu.

Sandiaga Uno akan berkantor di Bali

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan segera berpindah kantor dari Jakarta ke Bali demi memantau perkembangan pariwisata di daerah tersebut.

Syarat Umroh Terbaru di Masa Pandemi, Batas Usia Jamaah Dinaikkan

Ada beberapa syarat umroh terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi di masa pandemi COVID-19. Salah satunya dengan memberikan kelonggaran batasan usia untuk jamaah umroh asal Indonesia.

13 Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

Semua tempat di Bali indah dan menawan. Namun jika kamu bingung ingin memulai jelajah dimana, kunjungi saja tempat-tempat wisata di Bali ini dahulu ya.

Tips wisata di kala pandemi menurut Nicholas Saputra

Aktor yang gemar travelling, Nicholas Saputra, memiliki beberapa tips ide berwisata di tengah suasana pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Prediksi tren wisata 2021, "staycation" hingga "roadtrip"

Perusahaan teknologi Traveloka memprediksi aktivitas pariwisata berupa menginap di hotel atau vila di dalam atau luar kota tempat seseorang tinggal atau staycation tetap akan jadi tren wisata di tahun 2021.

Trending