Tripcle / News / Detail Tripcle

Dongkrak Wisatawan Milenial, Infrastruktur Diperbaiki, Dong

Dongkrak Wisatawan Milenial, Infrastruktur Diperbaiki, Dong
Foto: (Syanti/detikcom)

Jakarta - Traveling menjadi gaya hidup bagi milenial. Tentu jalan-jalan akan semakin menyenangkan jika infrastruktur memadai.

Dalam kegiatan #UangKita Talk bersama Kementerian Keuangan, diungkapkan bahwa infrastruktur sangat penting dalam perkembangan pariwisata Indonesia. Ini menjadi tantangan pemerintah dalam menghubungkan wilayah Indonesia yang sangat luas.

"Perkembangan infrastruktur yang terus meningkat dapat kita rasakan. Seperti bandara, pelabuhan, dan jalan di suatu kawasan. Inilah yang menjadi tantangan bagi pemerintah menghubungkan wilayah Indonesia yang sangat luas sampai ke pelosok-pelosok. Tentu ini juga berhubungan dengan wisata," ujar Luki Alfirman, direktur jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Jumat (28/2/2020) di Padang Merdeka Jakarta.

Tak dimungkiri dana yang besar menjadi tantangan selanjutnya dalam pembangunan infrastruktur. Kemenkue pun menyadari bahwa pengembangan ini tidak bisa hanya mengandalkan dana APBN saja.

"Butuh dana yang besar untuk bisa membangun infrastruktur di Indonesia setiap tahunnya. Dan kita tidak bisa mengandalkan dana APBN karena tidak mencukupi. Karena itu pemerintah bekerjasama dengan swasta untuk mewujudkan pembangunan. Caranya adalah pemerintah mempersiapkan cara-cara kreatif supaya dapat menarik perhatian investor mau mengucurkan dana untuk pembangunan," Luki menambahkan.

Perkembangan infrastruktur juga dirasakan oleh para traveler, sebut saja Febrian, travel blogger yang cukup mendapat nama di media sosial. Dia pun mengakui bahwa infrastruktur di kawasan Indonesia semakin baik.

"Adapun yang saya alami selama traveling adalah infrastruktur kita mengalami peningkatan. Misalnya dari bandara yang semakin bagus dan lengkap, jalan-jalan tol menuju bandara juga semakin bagus," ujar Febrian.

Febrian juga menambahkan, walau infrastruktur kita semakin baik, namun ada juga yang perlu diperhatikan. Yaitu, SDM dan akses pendukung menuju tempat wisata.

"Walau bandara semakin baik, namun yang kurang menurut saya adalah SDM yang belum siap menyambut wisatawan. Serta akses menuju tempat wisata-wisata kebanyakan susah dijangkau," lanjut Febrian.

Bagaimana dengan harga tiket pesawat yang mahal?Sebagai travel blogger, Febrian juga mengungkapkan bahwa menuju tempat-tempat cantik di Indonesia tak hanya sulit, namun juga memakan biaya yang mahal. Bahkan biaya ke luar negeri lebih murah dibandingkan di domestik.

"Tak dimungkiri tiket mahal menjadi alasan kita sedikit kesulitan menikmati wisata dalam negeri. Padahal kita punya potensi wisata yang tidak kalah dari luar negeri," kata dia.

"Kita sebut saja kekayaan laut Raja Ampat, Sabang dan Wakatobi yang dimana menurut saya lebih baik dan bagus dari pada Coron di Filipina. Namun dari segi biaya dan kemudahan, lebih gampang dan murah menuju Coron, Filipina dibandingkan Raja Ampat," Febrian menjelaskan.

Apa langkah pemerintah?

Pemerintah telah menyiapkan strategi bagaimana meningkatkan geliat pariwisata domestik. Apalagi sekarang di tengah virus Corona, pemerintah harus mempersiapkan strategi supaya perekonomian di kawasan wisata tetap berjalan.

"Supaya perekonomian tetap jalan, apalagi sekarang ditempat virus Corona, kita sudah menyiapkan beberapa cara. Pertama subsidi tiket pesawat sebanyak 30 persen, subsidi harga aftur dan subsidi pajak di daerah wisata," Luki menjelaskan.

jakartakemenkeuvirus-coronawisatawan

Related Post

See Also

Comments

No results found.

Write comments

Math, for example, 45-12 = 33

News Feed

Batal Traveling, Wanita Ini Buat Video Naik Pesawat di Rumah

Saat tak bisa kemana-mana, seorang wanita membuat video perjalanan dari rumahnya. Mulai dari mencetak tiket hingga dilayani pramugari di dalam pesawat.

Hewan Peliharaan Sultan, Mudik Naik Jet Pribadi Khusus

Orang kadang memperlakukan hewan peliharaan seperti anak sendiri. Hal itu yang dilakukan seorang wanita asal Mumbai, India.

Pilu Gajah Makan Nanas Berpetasan, Sebuas Itukah Manusia?

Kasus gajah mati setelah diberi makan nanas berisi petasan membuat kita bertanya-tanya. Seberapa buaskah manusia hingga tega melakukan itu?

Melihat Gurita Terdalam Dunia yang Hidup di Palung Jawa

Gurita ini layak dinobatkan sebagai gurita terdalam di dunia. Dia tinggal pada kedalaman 6.920 meter di Palung Jawa.

Hotel Gaya Baru, Tanpa Atap Tanpa Dinding

Bagaimana jika adan hotel tanpa atap tanpa dinding? Ternyata penginapan ini benar-benar ada dan punya pemandangan mewah.

Kebaikan Hati Pemilik Kafe untuk Turis-Turis Bokek

Pandemi virus Corona di Sri Lanka menyisakan turis yang terjebak tak bisa pulang. Mereka tetap tinggal di pondok penginapan, makanan disuplai oleh pemilik cafe.

Mungkin Ini Bakal Restoran Terbaik di Era New Normal

Era New Normal bagi pelaku rumah makan berarti jarak antar meja yang lebih jauh. Hanya soal itu, restoran di Swedia ini mungkin adalah yang terbaik.

Kocaknya Netizen Saat Raisa Minta Editin Foto di GBK

Penyanyi cantik Raisa meminta kepada netizen untuk mengedit fotonya di Gelora Bung Karno. Percayalah, hasil editan netizen bikin ketawa ngakak!

Manasin Pizza Nggak Gini Juga Kali, Jangan di Lampu Kabin Pesawat

Ada-ada saja tingkah penumpang pesawat. Kali ini, ada penumpang yang sengaja manasin pizza di bawah lampu baca kabin. Duh, nyeleneh banget!

Sugoi! Paspor Jepang Berlukiskan Pemandangan Gunung Fuji

Paspor Jepang tak hanya jadi yang terkuat tapi juga terindah dengan lukisan Gunung Fuji yang terpampang di setiap halamannya.

Trending