Tripcle / News / Detail Tripcle

Guide Bali Viral: Marah-marah demi Pariwisata Lokal

Guide Bali Viral: Marah-marah demi Pariwisata Lokal
Ilustrasi Money Changer (Selfie Miftahul Jannah)

Jakarta - Bali sedang viral karena kasus wisatawan yang mengaku kena tipu oleh sebuah money changer. Seorang pemandu wisata pun marah-marah karena merasa itu bisa mencoreng citra pariwisata Pulau Dewata.

Kasus penipuan uang dari wisatawan asing terjadi di Bali dan viral di berbagai media sosial. Aksi marah-marah dari seorang pemandu wisata menjadi ungkapan penyesalan atas kejadian tersebut.

Bonik Ingunau, pemandu wisata di Bali, adalah orang yang membantu wisatawan asing tersebut. Video tersebut bermula dari pesan Whatsapp yang diterima Bonik pada Senin (30/9) lalu.

Saat itu pukul 00.30 Wita, Thomas, mantan kostumer Bonik tahun lalu, meminta bantuan Bonik. Thomas mengaku kena tipu 300 EURO di money changer wilayah Kuta.


Paginya, Bonik bertemu dengan Thomas untuk meminta kronologi penipuan tersebut. Saat malam tiba, mereka berencana untuk menangkap basah pelaku dengan berpura-pura menukar uang.

Thomas diminta Bonik untuk pergi ke money changer tersebut seorang diri. Sementara Bonik berjalan cukup jauh di belakang, mengawasi.

Sampai di money changer, Thomas melakukan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Penjaga money changer keluar sebentar dari biliknya untuk memastikan bahwa Thomas datang seorang diri.

Setelah dipastikan seorang diri, penjaga money changer pun mulai menghitung uang yang akan ditukarkan. Dengan tiba-tiba, Bonik datang ke depan money changer.

"Kembalikan uang 300 EURO yang kemarin, cepat. Enggak usah hitung lagi, cepat, cepat" bentak Bonik dalam video yang viral.

Masih dengan nada gusar, Bonik meminta Thomas mengeluarkan semua uang yang ditukarkan kemarin. Harusnya, Thomas mendapat uang Rp 4,6 juta, namun yang diberikan hanyalah Rp 2,6 juta.

Uang dilemparkan ke atas meja. Bonik mulai naik pitam karena penjaga money changer mencoba untuk berkelit untuk menelpon seseorang. Tanpa memberi kesempatan, Bonik terus meminta penjaga tersebut mengembalikan semua urang Thomas.

Sang penjaga mengaku tak memiliki uang senilai 300 EURO. Thomas setuju jika uangnya dikonversi semua ke dalam rupiah. Thomas pun hanya meminta Rp 4,5 juta karena tak ada lagi uang yang dimiliki money changer tersebut.

"Bikin malu aja bro, udah nipu, apa lagi yang di cek. Kita setengah mati lho bangun reputasi Bali," ujar Bonik geram.

Benar, reputasi Bali menjadi salah satu alasan mengapa banyak wisatawan asing yang terus kembali liburan. Seperti halnya Thomas, ia kembali ke Bali karena begitu terpesona dengan kebaikan orang Bali dan alamnya yang indah.

Bonik sendiri kesal, karena penipuan seperti ini sudah sering terjadi. Tak cuma bule, wisatawan domestik sendiri banyak yang kena tipu.

Cara yang paling gampang memancing korban adalah dengan memasang rate yang tinggi. Ketika sudah mencapai kesepakatan, uang akan dihitung berulang kali di depan costumer.

Sementara kostumer dibikin yakin, penjaga money changer akan menjatuhkan uang atau menggunakan kecepatan tangan untuk mengurangi uang tersebut. Karena sudah merasa yakin, kostumer biasanya merasa 'tidak enak' menghitung di depan penjaga.

"Penipuan ini sudah sering terjadi, takutnya imej baik yang terbentuk lama-lama menjadi buruk. Desa adat harusnya melakukan sesuatu bukan membiarkan penipuan ini terus terjadi," cerita Bonik.

Maraknya penipuan ini memang belum terlihat dampaknya. Tapi kalau terus-menerus dibiarkan, penipuan berkedok usaha ini akan semakin menjamur dan merugikan wisatawan yang datang ke Bali. Kalau sudah rugi, rasanya ada rasa tak ingin kembali.

baliwisatawan-asingmoney-changerpenipuan

Related Post

See Also

Comments

No results found.

Write comments

Math, for example, 45-12 = 33

News Feed

Sobat Pendaki, Ciremai Kini Buka Lebih Pagi

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai kembali mengeluarkan pengumuman untuk wisatawan. Kalau kemarin jalur pendakian ditutup, sekarang soal jam operasional.

Pantai Baron Terapkan Tiket Elektronik untuk Wisatawan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menerapkan layanan tiket elektronik atau E-ticketing di Pintu Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Layanan tersebut untuk meminimalkan kontak dan menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Wisata Bali Belum Pulih, Jawa Barat Siap Bantu

Bali yang mengandalkan ekonominya pada sektor pariwisata merupakan daerah yang tergolong paling parah terkena pandemi Corona. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkomitmen akan membantu Bali. Bagaimana caranya?

Mengenal lima destinasi wisata super prioritas

Presiden Joko Widodo sedang fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima destinasi super prioritas Indonesia, sebagian besar masyarakat mungkin sudah mengenal tempat tersebut namun ada juga yang masih meraba-raba.

Pompeii Sepi Wisatawan, Katanya Justru Jadi Waktu yang Pas Buat Berkunjung

Kota zaman Romawi kuno Pompeii yang ada di dekat Naples dibuka lagi untuk wisatawan. Pengelola menyebut saat ini menjadi waktu yang pas untuk mengunjungi situs sejarah yang dikaitkan dengan perzinahan itu.

Sandiaga Uno akan berkantor di Bali

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan segera berpindah kantor dari Jakarta ke Bali demi memantau perkembangan pariwisata di daerah tersebut.

Syarat Umroh Terbaru di Masa Pandemi, Batas Usia Jamaah Dinaikkan

Ada beberapa syarat umroh terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi di masa pandemi COVID-19. Salah satunya dengan memberikan kelonggaran batasan usia untuk jamaah umroh asal Indonesia.

13 Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

Semua tempat di Bali indah dan menawan. Namun jika kamu bingung ingin memulai jelajah dimana, kunjungi saja tempat-tempat wisata di Bali ini dahulu ya.

Tips wisata di kala pandemi menurut Nicholas Saputra

Aktor yang gemar travelling, Nicholas Saputra, memiliki beberapa tips ide berwisata di tengah suasana pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Prediksi tren wisata 2021, "staycation" hingga "roadtrip"

Perusahaan teknologi Traveloka memprediksi aktivitas pariwisata berupa menginap di hotel atau vila di dalam atau luar kota tempat seseorang tinggal atau staycation tetap akan jadi tren wisata di tahun 2021.

Trending