Tripcle / News / Detail Tripcle

Hati-hati, Lebih dari 1 Juta Ulasan Wisata Palsu Terdeteksi di TripAdvisor

Hati-hati, Lebih dari 1 Juta Ulasan Wisata Palsu Terdeteksi di TripAdvisor
ILUSTRASI - Kamar hotel (Pixabay)

JAKARTA, KOMPAS.com - TripAdvisor menurunkan peringkat 34.643 bisnis di situsnya karena menulis atau membayar pihak ketiga untuk membuat ulasan palsu pada 2018.

Lewat '2019 Review Transparency Report' yang dirilis oleh TripAdvisor, disebutkan bahwa satu dari 50 ulasan yang dikirim ke situs perbandingan perjalanan adalah fiktif.

Situs web milik Amerika Serikat yang digunakan oleh 490 juta orang per bulan untuk membandingkan akomodasi, keramahtamahan, dan pilihan perjalanan, mengatakan bahwa 34.643 bisnis yang tercantum di TripAdvisor mengeksploitasi 1,4 juta ulasan palsu.

Sebanyak 1,4 juta ulasan palsu atau setara 2,1 persen dari 66 juta ulasan yang diajukan pada 2018 terdeteksi melalui teknologi analisis otomatis dan moderasi manusia milik TripAdvisor.

"Saya pikir ini sangat bagus. Bisnis seperti TripAdvisor memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang mereka bagikan memiliki tingkat akurasi," ujar Dean Long, Kepala Eksekutif Asosiasi Akomodasi Australia .

Long menambahkan bahwa setiap situs perjalanan tidak bisa berdiam menjadi distributor informasi yang salah dan mengatakan itu bukan salah mereka.

Jika situs tersebut menjadi distributor ulasan palsu, Long menyebut situs tersebut harus bertanggung jawab.

Situs web yang menjajakan jasa pembuat ulasan palsu positif atau kritik negatif terhadap saingan juga semakin diawasi oleh regulator. Jasa pembuat ulasan palsu ini mudah ditemui di situs web terkenal seperti eBay dan Facebook.

Tahun lalu, TripAdvisor memberikan bukti yang membantu memenjarakan seorang pria Italia selama sembilan bulan setelah mencoba menjual lebih dari 1.000 ulasan fiktif ke restoran dan hotel untuk meningkatkan peringkat mereka.

TripAdvisor mengatakan bahwa pihaknya menyusun laporan untuk memberikan kejelasan tentang skala penipuan di situs webnya dan meminta platform digital lain untuk mengikutinya.

"Selama platform ulasan lainnya tidak mengambil tindakan agresif, maka penipu akan terus mengeksploitasi dan memeras usaha kecil demi uang," kata Becky Foley, Direktur Senior Kepercayaan dan Keamanan TripAdvisor.

Menurut Foley, platform lain seperti Google dan Facebook harus melangkah maju untuk bergabung dengan Tripdvisor dalam menangani masalah ini secara langsung.

Fakta dan angka laporan transparansi TripAdvisor :

1. Peringkat ulasan rata-rata adalah 4,2 bintang. Sekitar 57 persen dari semua ulasan adalah lima bintang, sementara 5,7 persen adalah satu bintang.

2. Dari 1,4 juta ulasan palsu yang terdeteksi, proporsi terbesar berada di Rusia karena negara tersebut menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA pada tahun 2018.

3. 91 persen ulasan palsu adalah ulasan positif yang bias, enam persen adalah ulasan negatif yang bias, dan tiga persen dibayar ulasan.

4. Total jumlah pengiriman ulasan memuncak pada bulan Agustus dengan sekitar delapan juta.

tripadvisorulasan-burukkompastravelulasan-palsu

Related Post

See Also

Comments

No results found.

Write comments

Math, for example, 45-12 = 33

News Feed

Sobat Pendaki, Ciremai Kini Buka Lebih Pagi

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai kembali mengeluarkan pengumuman untuk wisatawan. Kalau kemarin jalur pendakian ditutup, sekarang soal jam operasional.

Pantai Baron Terapkan Tiket Elektronik untuk Wisatawan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menerapkan layanan tiket elektronik atau E-ticketing di Pintu Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Layanan tersebut untuk meminimalkan kontak dan menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Wisata Bali Belum Pulih, Jawa Barat Siap Bantu

Bali yang mengandalkan ekonominya pada sektor pariwisata merupakan daerah yang tergolong paling parah terkena pandemi Corona. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkomitmen akan membantu Bali. Bagaimana caranya?

Mengenal lima destinasi wisata super prioritas

Presiden Joko Widodo sedang fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima destinasi super prioritas Indonesia, sebagian besar masyarakat mungkin sudah mengenal tempat tersebut namun ada juga yang masih meraba-raba.

Pompeii Sepi Wisatawan, Katanya Justru Jadi Waktu yang Pas Buat Berkunjung

Kota zaman Romawi kuno Pompeii yang ada di dekat Naples dibuka lagi untuk wisatawan. Pengelola menyebut saat ini menjadi waktu yang pas untuk mengunjungi situs sejarah yang dikaitkan dengan perzinahan itu.

Sandiaga Uno akan berkantor di Bali

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan segera berpindah kantor dari Jakarta ke Bali demi memantau perkembangan pariwisata di daerah tersebut.

Syarat Umroh Terbaru di Masa Pandemi, Batas Usia Jamaah Dinaikkan

Ada beberapa syarat umroh terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi di masa pandemi COVID-19. Salah satunya dengan memberikan kelonggaran batasan usia untuk jamaah umroh asal Indonesia.

13 Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

Semua tempat di Bali indah dan menawan. Namun jika kamu bingung ingin memulai jelajah dimana, kunjungi saja tempat-tempat wisata di Bali ini dahulu ya.

Tips wisata di kala pandemi menurut Nicholas Saputra

Aktor yang gemar travelling, Nicholas Saputra, memiliki beberapa tips ide berwisata di tengah suasana pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Prediksi tren wisata 2021, "staycation" hingga "roadtrip"

Perusahaan teknologi Traveloka memprediksi aktivitas pariwisata berupa menginap di hotel atau vila di dalam atau luar kota tempat seseorang tinggal atau staycation tetap akan jadi tren wisata di tahun 2021.

Trending