Tripcle / Story / Detail Tripcle

Awas Hati-hati, Banyak Monyet Nakal di Curug Nangka

Awas Hati-hati, Banyak Monyet Nakal di Curug Nangka
Air terjun mengering di musim kemarau

Ingin suasana berbeda, liburan weekend ini rencanakan pergi ke Curug Nangka. Tapi awas hati-hati, ada banyak monyet nakal di sini.

Tempat wisata air terjun yang terletak di Ciapus ini dapat dijangkau dengan mudah menggunakan angkot dari Bogor. Pukul 06:30 pagi kami berangkat naik KRL ke Bogor.

Keluar dari stasiun berjalan keluar ke arah taman topi lurus terus sampai lampu merah. Di Lampu merah ambil kanan menuju BTM (Bogor Trade Malll). Jaraknya kurang lebih 15 menit berjalan kaki.

Perlu diketahui dan dicatat, Mall BTM bukan berada di depan Stasiun Bogor. Saya sarankan tidak menggunakan angkot dari Stasiun Bogor ke BTM karena akan jauh memutar Kebun Raya serta macet pula. Waktu kita akan terbuang sia-sia.

Dari BTM kami naik angkot nomor 03 jurusan Bogor-Ciapus, bilang pada pengemudinya turun di Curug Nangka. Harga yang harus kita bayar adalah 10,000/orang.

Setelah turun dari angkot, kami naik ojek untuk menuju Curug Nangka, sebenarnya bisa berjalan kaki karena jaraknya kurang lebih hanya 700 meter. Karena kami baru pertama kali berkunjung, jadi belum tau.

Kami harus melewati 2 gerbang, gerbang pertama kami harus membayar 10,000/orang, dan kemudian di gerbang kedua harus membayar 12,500/orang.

Begitu masuk banyak terdapat warung tempat makan, dan juga ada yang berjualan baju dan celana. Jadi jika kita basah dan tidak membawa ganti bisa beli pakaian di sini.

Anda juga harus hati hati dengan rombongan monyet yang menghampiri, karena jika anda terlihat membawa jinjingan, mereka akan merampasnya ber ramai ramai. Lebih aman saya sarankan masukan bekal ke dalam ransel.

Lokasi air terjun berada di ketinggian dengan jalur berliku dan menanjak. Namun sudah terdapat jalan setapak dengan medan yang sudah dibuat senyaman mungkin.

Untuk menuju kesana kita berjalan menyusuri sepanjang tebing sungai, dan kita harus berhati hati agar tidak tergelincir ke semak semak dan masuk ke sungai.

Sesampainya di atas dan melihat begitu jernihnya air, rasa lelahpun hilang dan ingin rasanya berendam seharian. Apalagi pemandangan hijau di kanan kiri, sesekali ada mata yang mengintip di balik rimbunnya pepohonan. Si ekor panjang sedang mencari orang yang membawa jinjingan makanan.

Jika lelah di kiri dan kanan sungai ada warung yang menyediakan kopi atau mie instant panas untuk di nikmati, bahkan terapi ikan pun tersedia.

Di sini juga menyediakan area untuk berkemah. Sebuah camping ground terdapat di sisi kanan dekat anak sungai. Tak terasa matahari sudah mulai turun di barat, kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta.

Perjalanan pulang ini kami mencoba berjalan kaki sampai pemberhentian angkot, ternyata memang so much fun. Perjalanan ini kami akhiri dengan tertidur di angkot menuju BTM.

curug-nangkaciapusmonyetmonyet-nakalbogorcurug

Related Post

See Also

Comments

No results found.

Write comments

Math, for example, 45-12 = 33

News Feed

Sobat Pendaki, Ciremai Kini Buka Lebih Pagi

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai kembali mengeluarkan pengumuman untuk wisatawan. Kalau kemarin jalur pendakian ditutup, sekarang soal jam operasional.

Pantai Baron Terapkan Tiket Elektronik untuk Wisatawan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menerapkan layanan tiket elektronik atau E-ticketing di Pintu Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Layanan tersebut untuk meminimalkan kontak dan menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Wisata Bali Belum Pulih, Jawa Barat Siap Bantu

Bali yang mengandalkan ekonominya pada sektor pariwisata merupakan daerah yang tergolong paling parah terkena pandemi Corona. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkomitmen akan membantu Bali. Bagaimana caranya?

Mengenal lima destinasi wisata super prioritas

Presiden Joko Widodo sedang fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima destinasi super prioritas Indonesia, sebagian besar masyarakat mungkin sudah mengenal tempat tersebut namun ada juga yang masih meraba-raba.

Pompeii Sepi Wisatawan, Katanya Justru Jadi Waktu yang Pas Buat Berkunjung

Kota zaman Romawi kuno Pompeii yang ada di dekat Naples dibuka lagi untuk wisatawan. Pengelola menyebut saat ini menjadi waktu yang pas untuk mengunjungi situs sejarah yang dikaitkan dengan perzinahan itu.

Sandiaga Uno akan berkantor di Bali

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan segera berpindah kantor dari Jakarta ke Bali demi memantau perkembangan pariwisata di daerah tersebut.

Syarat Umroh Terbaru di Masa Pandemi, Batas Usia Jamaah Dinaikkan

Ada beberapa syarat umroh terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi di masa pandemi COVID-19. Salah satunya dengan memberikan kelonggaran batasan usia untuk jamaah umroh asal Indonesia.

13 Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

Semua tempat di Bali indah dan menawan. Namun jika kamu bingung ingin memulai jelajah dimana, kunjungi saja tempat-tempat wisata di Bali ini dahulu ya.

Tips wisata di kala pandemi menurut Nicholas Saputra

Aktor yang gemar travelling, Nicholas Saputra, memiliki beberapa tips ide berwisata di tengah suasana pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Prediksi tren wisata 2021, "staycation" hingga "roadtrip"

Perusahaan teknologi Traveloka memprediksi aktivitas pariwisata berupa menginap di hotel atau vila di dalam atau luar kota tempat seseorang tinggal atau staycation tetap akan jadi tren wisata di tahun 2021.

Trending